Senin, 06 Desember 2010

Klik, Kendaraan Lapis Baja Jadi Heli


Kendaraan lapis baja bisa berubah jadi helikopter? Kedengarannya ini hanya bisa terwujud dalam mainan anak-anak.

Namun, hal yang kedengaran tidak mungkin itu akan segera terwujud beberapa tahun mendatang. Kendaraan lapis baja yang bisa berubah menjadi helikopter akan melengkapi fasilitas para tentara yang ada di garis depan di Afganistan.

Untuk mewujudkannya, Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) di Pentagon telah meluncurkan program senilai 41 juta poundsterling (sekitar Rp 581 miliar) untuk mengembangkan program kendaraan lapis baja terbang yang nantinya bisa mengangkut empat personel.

Kendaraan serupa Humvee itu nantinya akan menggunakan bahan komposit yang bisa melindungi tentara dari tembakan, ledakan IED, dan misil. Direncanakan, kendaraan bisa menempuh jarak sekitar 280 mil, baik di darat maupun di laut.

Selain itu, proses pendaratan dan lepas landas juga bisa dilakukan secara vertikal, seperti pesawat jet Harrier. Keuntungannya, dengan cara tersebut, kendaraan perang ini bisa memperluas aksesnya di berbagai macam daerah.

Yang menakjubkan, tak perlu seseorang yang berpengalaman dalam menerbangkan pesawat untuk mengendarai kendaraan ini ketika berubah menjadi helikopter. Kendaraan ini sudah dilengkapi dengan kontrol terbang otomatis.

Kendaraan ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai senjata untuk menyerang dan bertahan. Sementara itu, laju kendaraan perang ini bisa mencapai 65 mph (sekitar 104 km/jam) di darat dan terbang dengan kecepatan hingga lebih dari 150 mph (sekitar 241 km/jam).

Juru bicara DARPA mengatakan, "Kami berusaha menggabungkan keunggulan panser dan helikopter, mewujudkannya menjadi satu kendaraan perang dengan fleksibilitas dalam geraknya. Dengan teknologi ini, transportasi menjadi tak terbatas."

Terrafugia, sebuah perusahaan yang memproduksi mobil terbang komersial, telah setuju untuk membuat prototipe dari "mobil baja" terbang ini. Prototipe kendaraan ini akan siap pada tahun 2015.

Rencananya, kendaraan lapis baja terbang akan dinamai Transformer atau TX. Kendaraan ini juga berfungsi membantu tentara untuk menghindari serangan yang mematikan, mengevakuasi tentara yang terluka, dan melarikan diri dengan cepat.

Perubahan dari mobil baja ke helikopter direncanakan dapat terlaksana hanya dengan satu klik atau sentuhan pada tombol khusus.


Sumber:kompas.com

Riset Unik : "Ubah Tinja Jadi Energi di Luar Angkasa"


Satelit pertama milik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), bagian dari UNESCOSat Project yang berbiaya 5 juta dollar AS, akan diluncurkan tahun depan. Peluncuran satelit ini bertujuan untuk membantu proses pendidikan, meningkatkan minat pada sains, dan meningkatkan kerja sama global.

Kini, satelit itu memiliki tujuan tambahan. Satelit itu akan digunakan untuk melihat kemungkinan bakteri bisa hidup dan melakukan metabolisme di luar angkasa. Muaranya adalah kemungkinan bahwa bakteri bisa dimanfaatkan untuk mengubah kotoran para astronot menjadi sumber bahan bakar di luar angkasa.

"Ini hal yang sangat potensial. Kita bisa mengambil sampah dan menggunakannya untuk membangkitkan listrik dalam misi ke luar angkasa," kata Donald Platt, Direktur Program Space Science dari Florida Institute of Technology, yang menjadi ketua misi ini.

Untuk melakukannya, para peneliti melengkapi satelit tersebut dengan tempat tes, saluran pencampur, dan pompa solenoide. Selain itu, akan disertakan juga bakteri anaerobik, sejenis bakteri yang tidak memerlukan oksigen dalam melakukan metabolisme.

Bakteri yang akan digunakan adalah Shewanella MR-1. Bakteri tersebut diketahui mampu mengubah kotoran menjadi bahan bakar hidrogen, bahan yang bisa digunakan sebagai bahan bakar pesawat luar angkasa. Para peneliti ingin melihat dahulu efek tekanan dan gravitasi terhadap siklus hidup bakteri itu.

Para ilmuwan telah menemukan cara mengubah urine menjadi air minum untuk konsumsi selama di stasiun luar angkasa. Mampukah mereka memproduksi bahan bakar dari tinja untuk kebutuhan energi di luar angkasa?

Sumber:kompas.com

Tur Dunia, Katy Perry Di-endorse Victoria's Secret


Penyanyi Katy Perry masih sibuk mempersiapkan tur album 'Teenage Dream'. Katy berjanji tampil lebih seksi dari biasanya karena kini ia di-endorse merek pakaian dalam Victoria's Secret.

"Victoria's Secret akan ada di panggung, jadi para perempuan, jaga pacar kamu," ujar Katy dilansir The Sun, Senin (6/12/2010).

Dengan baju-baju yang akan dipakainya, Katy yakin pria akan terkesan. Istri aktor Russell Brand itu sudah bisa membayangkan para pria akan diam-diam mengaguminya, lebih dari sebelumnya.

Dalam album 'Teenage Dream' Katy memang menonjolkan sisi perempuan centil dalam dirinya. Ia kini tengah mencari konsep yang pas untuk turnya. Perempuan 26 tahun itu tengah mencari ide agar konsernya lebih menyenangkan secara visual dan audio.

"Mungkin Snoop Dogg bisa jadi tamu. Jika dia kebetulan berada di kota yang sama kenapa tidak?" tutur Katy.

Di single perdananya, 'California Gurls' Katy berduet dengan Snoop. Ia mewarnai video klip dengan berbagai permen dan gula-gula.

Sumber:detik.com

Dolar AS Naik di Tengah Perselisihan Baru Zona Euro


Dolar Amerika Serikat naik terhadap mata uang utama lainnya pada Senin, karena kekhawatiran atas utang negara zona euro kembali membebani mata uang bersama euro.

Euro merosot menjadi 1,3304 dolar pada sekitar 2200 GMT (Selasa 0500 WIB) dari 1,3415 dolar pada akhir Jumat.

Terhadap mata uang Jepang, dolar naik tipis menjadi 82,67 yen dari 82,58 yen pada Jumat.

Pertemuan para menteri keuangan zona euro di Brussel menghadapi ketidaksepakatan mendalam atas apa yang harus dilakukan untuk menjinakkan krisis utang yang awal bulan ini mengklaim Irlandia sebagai korban terbaru dan sekarang mengancam untuk menyebar.

Analis khawatir bahwa Portugal yang akan menjadi berikutnya dalam antrian untuk bailout (dana talangan), dengan Spanyol masuk ke jalur tembak.

"Bukan untuk pertama kalinya, lambungan euro dibatalkan oleh pesan saling bertentangan dari politisi zona euro, dengan seruan untuk perluasan fasilitas bailout sementara dan penciptaan obligasi tunggal zona euro yang ditolak oleh Kanselir Jerman (Angela) Merkel," kata Vassili Serebriakov dari Wells Fargo.

Merkel, kepala ekonomi terbesar di Eropa, menolak perluasan fasilitas dana talangan sementara yang disarankan oleh Menteri Keuangan Belgia Didier Reynders serta proposal untuk menerbitkan obligasi bersama Eropa.

Pada akhir perdagangan New York, pound jatuh ke 1,5711 dolar dari 1,5775 dolar pada Jumat.

Dolar naik menjadi 0,9817 franc Swiss dari 0,9739.

sumber:antaranews.com

Makanan Basi, PPIH Bantah Tunjuk Katering Tak Bonafid


Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menempatkan pengawas untuk mengawasi dapur dan distribusi makanan perusahaan katering menyusul kasus katering basi yang terjadi hingga lima kali di Madinah.

Pengawas Katering PPIH Sri Ilham Lubis menyatakan ada 10 pengawas yang akan ditempatkan di perusahaan katering. Pengawas tersebut sudah mendapat pelatihan dan akan memulai tugasnya, Selasa (7/12/2010).

Sri membantah penempatan pengawas tersebut karena katering yang ditunjuk untuk melayani makanan jamaah haji tidak bonafid. Pengawasan itu dibutuhkan untuk pengendalian mutu dan evaluasi katering agar lebih baik di masa yang akan datang.

"Jadi bukan karena kurang bonafid. Setelah kita evaluasi kinerja katering itu, dari 10 perusahaan itu yang 8 atau 7 itu tidak bermasalah bahkan baik sekali," kata Sri.

Pengawasan juga dibutuhkan untuk kelancaran distribusi makanan pada jamaah. Dan bila ada masalah, dengan adanya pengawas, bisa cepat diatasi.

Sri menegaskan, selama ini sebenarnya sudah ada pengawasan katering yakni di Daker ada Wakil Kepala Daerah Kerja Bidang Perumahan dan Katering. Namun selama ini memang belum ada pengawas di dapur dan distribusi katering. Hal itu terjadi karena kurangnya tenaga PPIH.

"Karena memang tenaga kita terbatas," ujar Sri yang saat itu mengenakan kerudung hitam dengan motif bunga-bunga dan berkaca-mata hitam.

Sri menjelaskan, penunjukkan perusahaan katering dilakukan oleh Tim Pengadaan Perumahan dan Katering yang diketuai oleh Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi. Sebelum memilih katering yang akan ditunjuk tim mendapatkan rekomendasi dari Baladiyah Arab Saudi.

Kasus katering basi sudah terjadi hingga kelima kalinya di Madinah. Makanan tersebut diproduksi oleh perusahaan Al Fatani, Haidery dan Makram. Masalah pemanas (heater) menjadi penyebab basinya makanan.

Terhadap Fatani, PPIH telah menjatuhkan sanksi dengan memotong jatah ordernya sebanyak 25 persen karena dua kali menyajikan makanan basi. Sementara untuk Haidery dan Makram sudah diberi teguran keras.

Sumber:detik.com